9 Lensa Fix Terbaik Untuk Menghasilkan Efek Bokeh

Jika Anda ingin serius belajar tentang fotografi, maka harus tahu bahwa ada banyak jenis lensa dengan karakteristik dan kegunaan yang berbeda-beda, salah satunya adalah lensa fix. Lensa fix adalah lensa yang hanya memiliki satu focal length saja, jadi tidak memiliki fungsi zoom (memperbesar).

Karena tidak memiliki fungsi zoom, fotograferharus berpindah tempat/jarak jika ingin membuat objek bidikan lebih besar atau lebih kecil. Di bawah ini ada beberapa tips memilih lensa fix dan rekomendasi lensa fix terbaik untuk berbagai kebutuhan.

Rekomendasi Lensa Fix Terbaik

Lensa fix (prime lens / fixed lens) adalah lensa dengan focal length tetap atau tanpa fitur zoom. Jadi, ketika Anda ingin memperbesar objek pada gambar maka Anda harus melakukannya dengan cara mendekatkan kamera dengan objek.

Keistimewaan lensa ini adalah penghasil foto bokeh lebih tajam serta dapat bekerja maksimal dalam kondisi minim cahaya (low light). Sehingga sangat bermanfaat untuk indoor photography ataupun night photography.

Bagi yang ingin membeli lensa ini, ada baiknya Anda simak beberapa rekomendasi dan cara memilih lensa fix yang telah kami rangkum.

1. Canon EF-50mm f/1.8 STM

Canon EF-50mm

Pertama ada lensa fix dari Canon, yang disebut-sebut sangat ringkas dan multifungsi, jadi cocok digunakan oleh fotografer pemula. Tidak mengherankan, lensa satu ini sangat digemari dan paling laris di jajaran lensa fix.

Lensa ini bisa menjadi opsi ideal jika sudah bosan dengan lensa kamera bawaan, lebih-lebih harganya terjangkau, yaitu 1,8 jutaan. Dengan aperture f/1.8, STM dan desainnya yang ringkas, Canon EF-50mm ini wajib Anda beli.

2. Tamron SP 90mm f/2.8 Di Macro

Tamron SP 90mm

Lensa fix yang bisa dipertimbangkan berikutnya adalah Tamron SP 90mm, khusus untuk Anda yang membutuhkan lensa makro untuk menangkap berbagai objek mini yang tidak bisa dilihat mata manusia.

Lensa ini memiliki aperture f/2.8 dan fitur VC (Vibration Stabilization), yang bisa meningkatkan image stabilization sehingga gambar yang Anda ambil akan jelas dan tajam. Jika Anda ingin belajar lebih serius pada macro photography, lensa ini akan memberikan pengalaman dan kualitas yang lebih baik.

Jika ingin membelinya, maka siapkan dana sekitar 10,6 jutaan, harga yang harus dibayar jika ingin mendapatkan kemampuannya yang luar biasa.

3. Nikon AF-S Nikkor 50mm f/1.8 G

Nikon AF-S Nikkor 50mm

Jika Anda pengguna kamera Nikon dan ingin memenuhi kebutuhan foto sehari-hari, maka bisa menggunakan Nikon AF-S Nikkor 50mm. Lensa fix ini akan membantu Anda mendapatkan bidikan terbaik ketika Anda memfoto produk, alam, maupun manusia.

Lensa ini memiliki aperture yang besar, yaitu f/1.8G, yang bisa menangkap cahaya cukup sehingga foto indoor maupun outdoor dalam keadaan minim cahaya tidak menjadi masalah lagi. Beratnya yang hanya 185 gram juga sangat handy dan tidak membuat pegal dibawa ke mana saja.

Jika tertarik, lensa satu ini dibanderol cukup terjangkau, yaitu sekitar 3,4 jutaan.

4. Fujinon XF 56mm f/1.2 R

Fujinon XF 56mm f1.2 R

Pengguna Fujifilm yang bingung memilih lensa fix terbaik untuk foto portrait, maka bisa mencoba Fujinon XF46mm. Lensa dengan aperture maksimal f/1.2 ini bisa membuat objek foto memiliki latar halus sehingga objeknya terlihat menonjol. Distorsinya yang minim juga bisa membuat foto terlihat alami.

Intinya, lensa ini bisa menjamin hasil foto dengan optik yang tinggi, performa ampuh serta hasil yang tajam dan halus mendekati sempurna. Jika Anda menggeluti indoor photography seperti indoor wedding maupun foto studio, lensa seharga 12 jutaan ini sangat ideal.

5. Canon EF-S 24mm f/2.8 STM

Canon EF-S24mm f2.8 STM

Jika Anda memiliki kamera Canon dengan sensor APS-C dan ingin lensa yang bisa menangkap sudut pandang lebar secara natural, pilihan yang tepat adalah Canon EF-S24mm. Lensa ini menawarkan perspektif natural layaknya mata manusia yang melihat objek secara langsung.

Ingin foto objek yang bergerak juga tidak masalah, karena lensa ini juga sudah dilengkapi dengan motor penggerak fokus, jadi hasilnya pasti terfokus dan minim noise. Lensa dengan aperture maksimal f/2.8 STM ini memiliki desain yang ramping nan ringan, cocok dibawa untuk aktivitas outdoor.

Jangan khawatir, lensa ini dibanderol cukup terjangkau untuk pemula, yaitu sekitar 2,2 jutaan.

6. Nikon AF-S DX Nikkor 35mm f/1.8 G

Nikon AF-S DX Nikkor 35mm

Lensa fixini kompatibel untuk Anda yang menggunakan kamera Nikon DSLR dengan format DX. Lensa dengan panjang fokus 35mm ini memiliki aperture yang besar, yaitu f/1.8G, sehingga cocok untuk fotografi di kondisi cahaya yang cukup bahkan minim.

Karena itu, jika Anda biasa memfoto di berbagai kondisi cahaya, dari pagi maupun malam hari, Nikon AF-S DX Nikkor 35mm ini bisa menjadi pilihan ideal. Harganya juga tidak akan membebani kantong fotografer pemula, yaitu sekitar 3 jutaan saja.

7. Sigma Art 50mm f/1.4 DG HSM

Sigma Art 50mm f1.4 DG HSM

Sigma Art 50mm bisa menjadi pilihan jika Anda ingin membeli lensa fix profesional yang menjanjikan performa terbaik. Memiliki sensor gambar sebesar 46 MP, membuat lensa ini bisa menghasilkan gambar dengan warna akurat dan resolusi tajam.

Sesuai performanya, lensa profesional dengan Hyper Sonic Motor AF dibanderol cukup mahal, yaitu sekitar 13,5 jutaan.

8. Sony FE 50mm f/1.8

Sony FE 50mm f1.8

Sony FE 50mm dengan aperture maksimal f/1.8 ini, dirancang khusus untuk kamera mirrorless Sony tipe sensor full-frame. Mampu menghasilkan efek foto bokeh lebih berkarakter melalui desain optiknya yang canggih. Motor AF yang dimilikinya juga sangat reponsif mengunci objek.

Jika dipasang pada kamera tipe APS-C maka panjang fokus 75mm (pada full-frame) akan terkonversi menjadi 35mm secara otomatis.

9. Yongnuo YN 50mm f/1.8

Yongnuo YN 50mm f1.8

Selanjutnya ada Yongnuo YN 50mm, lensa fix murah yang hanya dibanderol sekitar 980 ribuan saja. Lensa ringan berbahan plastik ini cocok untuk Anda fotografer pemula yang sedang menggeluti fotografi dengan modal yang minim.

Meski ekonomis, lensa ini tetap memberikan kualitas yang baik, misalnya saja aperture besar f/1.8 yang bisa menghasilkan foto terbaik di kondisi minim cahaya. Ada juga fitur manual dan autofocus, yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Cara Memilih Lensa Fix

1. Pilih Berdasarkan Focal Length

Focal length atau panjang fokus adalah jarak dari lensa ke sensor gambar yang berada pada kamera, yang bisa menentukan jarak ke objek dan rentang gambar. Berikut cara memilih focal length pada lensa berdasarkan gambar yang ingin Anda ambil.

Periksa Standar Sensor

Pertama, Anda harus memeriksa spesifikasi lensa, jika tidak ingin menemukan masalah seperti sudut pandang yang sempit di kemudian hari. Ada dua standar utama sensor gambar, yaitu APS-C dan full frame. APS-C memiliki luas sensor yang lebih kecil,  jadi sudut pandangnya juga sempit.

Pilih Lensa Wide Angle untuk Membidik Objek Foto di Area Luas

Memilih lensa wide angle bisa menjadi pilihan yang tepat jika Anda ingin hunting foto lanskap, foto-foto alam bebas atau foto indoor dengan ruang yang lebar. Lensa wide angle merujuk pada lensa 35 mm atau kurang, yang memiliki sudut pandang luas dan depth of field yang dalam.

Lensa 55 MM untuk Semua Tujuan

Jika gaya fotografi Anda tidak cenderung ke satu bidang tertentu, maka bisa menggunakan lensa dengan focal length 55 mm. Ya, lensa ini memang multifungsi, karena bisa digunakan untuk menghasilkan foto lanskap, portrait dan lain sebagainya.

2. Periksa Pabrikan dan Dudukan Lensa

Dudukan atau mount adalah bagian yang menghubungkan lensa ke badan kamera, yang setiap perusahaan memiliki karakteristiknya masing-masing. Karena itu, jika memilih lensa fix, pastikan sesuai dengan dudukan kamera Anda.

3. Periksa AF (Autofocus)

Jika Anda menggunakan lensa fix untuk menangkap scene atau objek yang bergerak, maka bisa memilih lensa dengan autofocus yang tinggi jika tidak ingin ketinggalan momennya. Biasanya, lensa dengan motor ultrasonik bisa fokus lebih cepat, meski tidak selalu.

Memilih lensa fix tidak boleh sembarangan, karena ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan.Tentunya sesuai dengan gaya dan kebutuhan fotografi Anda. Jika Anda bingung, uraian di atas bisa menjadi rekomendasi lensa fix terbaik sesuai dengan spesifikasi dan kegunaan masing-masing.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *