5 Kesalahan Flash Eksternal Untuk Fotografer Pemula

Flash eksternal adalah unit untuk meningkatkan hasil foto dengan dukungan cahaya pengisi pada bidikan. Berkat fitur ini, fotografer mampu mengatur pencahayaan ketika memotret.

Kemampuan unit ini mampu menyinari subjek foto bahkan dengan jarak lebih dari 10 meter. Namun, jika ada kesalahan flash eksternal, hal ini bisa menimbulkan gambar terlihat tidak natural. Pasalnya, subjek foto terlihat terlalu terang karena pencahayaan berlebihan.

Sejatinya, penggunaan flash yang tepat mampu menampilkan detail foto dengan jelas serta akurasi warna foto yang bagus. Berikut beberapa kesalahan flash eksternal yang sering dihadapi oleh fotografer pemula.

1. Salah Setting

setting flash eksternal

Kesalahan umum bagi fotografer pemula saat memakai flash adalah salah setting. Hal ini wajar terjadi karena kurang berpengalaman dan pemahaman terhadap peralatan foto.

Contoh kecilnya adalah kesalahan dalam setting ISO kamera, yakni sensitivitas cahaya. Makin kecil ISO, maka makin rendah cahaya yang akan ditangkap. Sebaliknya, tinggi noise akan terlihat jelas apabila ISO makin tinggi.

ISO tinggi dipakai ketika pencahayaannya kurang, begitu pun sebaliknya. Apabila masih belum bisa mengatur ISO, aktifkan saja fitur Auto ISO. Selain itu, kamu bisa menggunakan hot shoe, yakni tempat dudukan flash eksternal.

Panduan pemasangannya adalah memasukan flash ke dalam hot shoe dengan menggeser bagian kakinya. Geser tuas pengunci hingga terdengar bunyi “klik” sebagai tanda flash telah terkunci.

Setelah itu hidupkan kamera dan flash. Jika ingin melepaskan flash, tinggal geser saja tuas ke arah berlawanan sembari tekan tombol untuk melepas kunci.

2. Menggunakan Flash Manual

Flash Manual

Dalam pemakaian kamera, kamu sebaiknya jangan bertumpu pada flash manual saja. Flash manual tidak memiliki kemampuan dalam berkomunikasi secara data. Jadi, ketika memotret, flash akan otomatis ikut menyala.

Berbeda dengan eksternal flash yang lebih unggul karena data dan kamera langsung berkomunikasi. Mode TTL atau Through-The-Lens modus menempatkan unit flash di bawah kendali.

Flash dan kamera memutuskan seberapa banyak lampu flash memancarkan cahaya. Penyesuaian flash lebih mudah dan eksposur menyeluruh. Kamu juga bisa mengandalkan setting-an emas fotografi yang menentukan setting-an tepat.

Untuk menentukan mode TTL, kamu bisa lakukan dengan menekan tombol mode. Setelah itu pilih ETTL atau jika ingin menggunakan mode manual tinggal pilih opsi “M”.

Baca Juga:

3. Tidak Memakai Bounce 

Teknik bounce flash eksternal

Teknik bounce membuat hasil pantulan lebih halus pada subjek putih, datar maupun dekat. Ukuran sumber cahaya memengaruhi tampilan gambar secara menyeluruh. Ukuran cahaya yang lebih besar membuat transisi antara bayangan dan cahaya terlihat lebih mulus.

Penggunaan bounce card membuat cahaya yang keluar dari flash lebih besar. Teknik ini bisa diandalkan ketika sekelilingmu tidak ada dinding yang berguna memantulkan cahaya.

Cara membuatnya adalah menempatkan selembar karton putih pada sisi kiri atau kanan flash. Ketika memotret cahaya dapat diarahkan sesuai keinginan fotografer.

4. Kurang Memahami Mode Synchronization

Mode Synchronization

Selain mengaktifkan flash eksternalpenting juga mengatur mode synchronization. Mode ini dibutuhkan dalam pencahayaan yang panjang, maksudnya kamera akan mengambil cahaya dalam jumlah yang besar dengan kecepatan lambat. Umumnya membutuhkan waktu 30 detik.

Pemakaian mode synchronization atau shutter speed akan membuat kamera sensitif terhadap gerakan kecil sekalipun. Kondisi ini menyebabkan gambar terbayang jika gerakan terjadi ketika memotret.

Pengaturannya dimulai dalam menu external flash func. Settings. Tekan tombol high speed sync (FP flash) atau shutter-curtain synchronization. Sebaiknya gunakan bantuan tripod dalam mengaktifkan mode ini. Tujuannya adalah untuk meminimalkan gerakan yang tidak dibutuhkan.

5. Gunakan Flash Saat Malam

flash kamera malam hari

Penggunaan flash eksternal tidak selalu difungsikan pada malam hari saja. Kamu bisa menggunakannya di siang hari bila memang diperlukan.

Flash eksternal membantu memberikan cahaya ketika subjek terkena backlight. Misalnya saja, saat siang hari dan kamu perlu memotret orang di luar, kebetulan orang tersebut memakai topi sehingga bagian wajahnya agak gelap.

Dengan flash, bagian yang agak gelap tadi bisa terlihat jelas. Ukuran flash bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Apabila subjek jauh gunakan ukuran cahaya yang lebih besar, begitu pun sebaliknya. Pastikan baterai terisi penuh ketika memakai flash.

Itulah beberapa pemahaman terkait flash eksternal yang perlu dipahami oleh fotografer pemula. Tambahkan pengetahuan terkait fotografi dengan workshop terkait. Kenali peralatan memotret termasuk fitur yang tersedia.


Sumber :

  1. https://snapshot.canon-asia.com/id/article/indo/in-focus-the-basics-of-external-flash-photography
  2. https://www.pricebook.co.id/article/tips_tricks/6192/cara-jitu-gunakan-flash-eksternal-pada-kamera
  3. https://www.kelasfotografi.com/2017/01/panduan-dasar-menggunakan-flash.html
  4. https://www.kelasfotografi.com/2016/03/apa-itu-long-exposure-dan-bagaimana.html
  5. http://blog-prihutama.blogspot.com/2015/07/kesalahan-kesalahan-fotografer-pemula.html