Inilah 7 Etika Resign Kerja Secara Profesional

Masalah pekerjaan hingga konflik pastinya tidak bisa dihindarkan dalam dunia profesional, bahkan resign kerja adalah hal yang sangat wajar terjadi. Banyak hal yang menjadi alasan kenapa seorang karyawan memutuskan untuk berhenti kerja dari sebuah perusahaan.

Namun sayangnya, tidak banyak karyawan yang tahu bagaimana etika mengajukan resign kepada atasan, meskipun dengan alasan yang masuk akal. Hal ini tentu menimbulkan kesan kurang baik bagi karyawan tersebut.

Maka dari itu, artikel ini akan membahas beberapa etika berhenti kerja secara profesional. Aplikasikan sebaik mungkin sehingga kamu masih memiliki nilai baik di mata manajemen perusahaan nantinya.

Apa itu Resign Kerja?

Apa itu Resign Kerja?

Resign dari pekerjaan adalah tindakan pengunduran diri yang dilakukan oleh pekerja secara sukarela. Proses pengunduran diri biasanya diawali dengan pengajuan secara tertulis melalui surat. Nantinya, surat ini akan di nilai untuk diberikan keputusan dari perusahaan.

Pemutusan hubungan ini berarti antara keduanya (pekerja dan perusahaan) tidak memiliki kewajiban dan hak antara satu dengan yang lain. Hal ini menjadi fenomena yang sangat wajar dan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja.

Alasan Berhenti Bekerja

Alasan Berhenti Bekerja

Banyak dasar dan alasan bagi seorang pekerja mengambil keputusan untuk resign dari pekerjaan. Pastinya, setiap alasan telah dipertimbangkan secara matang. Berikut adalah beberapa alasan resign dari sebuah pekerjaan yang sering kali diutarakan oleh pekerja.

  • Mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
  • Ingin mengembangkan diri.
  • Mengikuti passion.
  • Gaji yang tidak sesuai dengan beban kerja.
  • Melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
  • Menjalankan bisnis Start Up.
  • Masalah kesehatan akibat habit kerja.
  • Mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan saat bekerja.
  • Stres karena tekanan pekerjaan.
  • Pindah domisili.
  • Lingkungan kerja yang tidak sehat.
  • Dan lain sebagainya.

Apabila kamu memiliki salah satu atau beberapa dari alasan tersebut, kamu bisa saja mengajukan permohonan berhenti kerja. Akan tetapi, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu bagaimana etika resign kerja dengan bijak supaya tetap terlihat profesional sebelum kamu mengajukannya.

7 Etika Resign dari Pekerjaan secara Profesional

Etika Resign dari Pekerjaan

Ada etika yang harus kamu jalankan setelah kamu mengambil keputusan untuk resign dari pekerjaan sekarang. Seperti beberapa etika yang akan dijelaskan di bawah ini:

1. Mengajukan Pengunduran Diri Jauh Hari

Kamu harus menginformasikan pihak perusahaan jauh hari, setidaknya 1 bulan sebelum mengundurkan diri. Hal ini tentu untuk memberikan waktu ke perusahaan untuk mencari pengganti dan mengisi jabatan yang kamu tinggalkan.

2. Membuat Surat Pengunduran Diri yang Baik

Ada baiknya kamu mengajukan surat pengunduran diri secara resmi sebelum mengungkapkan ke atasan secara langsung. Surat yang baik memuat pemberitahuan pengunduran diri, identitas lengkap, alasan pengunduran diri dan ucapan terima kasih. Membuat surat pengunduran diri dengan bahasa yang baik menjadi etika berikutnya.

3. Menyampaikan Langsung pada Atasan atau Owner

Sebisa mungkin sampaikan pengunduran dirimu secara langsung atau face to face dengan atasan. Hindari pengajuan berhenti kerja melalui aplikasi chatting karena cara ini menunjukkan etika kurang baik.

4. Menyelesaikan Tanggungan Pekerjaan sebelum Berhenti Kerja

Walaupun kamu memutuskan ingin segera berhenti kerja, ada baiknya kamu menyelesaikan segala jenis tugas dan tanggungan pekerjaan yang belum terselesaikan. Sebisa mungkin jangan tinggalkan pekerjaan kamu sebelum semua tanggung jawab selesai.

5. Bersihkan Tempat Kerja sebelum Meninggalkan Kantor

Membersihkan tempat kerja akan menunjukkan etika baik kamu di mata manajemen dan perusahaan. Lakukan juga kewajiban lainnya, seperti mengembalikan segala peralatan dan fasilitas kantor yang masih kamu gunakan.

6. Selesaikan Semua Jenis Masalah Administrasi

Pastikan kamu menyelesaikan segala jenis permasalahan administrasi, mulai dari gaji terakhir, utang, pinjaman berupa fasilitas kantor, maupun permasalahan administrasi lainnya.

7. Jaga Nama Baik Perusahaan dan Hubungan dengan Perusahaan

Walaupun kamu tidak memiliki kewajiban untuk menjaga nama baik perusahaan, etika yang disarankan adalah kamu tetap menjaga privasi perusahaan. Selain itu, kamu juga harus menjaga hubungan baik dengan perusahaan dan rekan kerja di perusahaan sebelumnya.

Nah, itu tadi informasi tentang etika resign dari pekerjaan secara profesional yang bisa kamu lakukan sebelum memutuskan untuk mengajukannya kepada atasan. Dengan begitu, meskipun kamu tidak bekerja lagi di perusahaan tersebut, kamu tetap memiliki kesan baik bagi perusahaan. Semoga bermanfaat!

Baca Juga:

Check Also

Scale up Startup

5 Kesalahan Startup yang Harus Dihindari Ketika Scale Up

Alih-alih maju dan berkembang, kesalahan startup ketika melakukan scale up justru bisa membuat perusahaan bankrut …