Medium Close Up dalam Photography

Salah satu teknik pengambilan gambar yang menampilkan ekspresi dan emosi wajah dengan baik adalah medium close up (MCU). MCU tidak hanya ada dalam fotografi, tetapi ada juga dalam videografi. MCU digunakan untuk menampilkan subjek lebih dekat sehingga bisa memotret detail wajahnya dengan lebih tegas.

Kendati dekat, masih tersisa ruang latar tempat di bagian atas subjek dan sisinya. Pemotretan MCU bisa dilakukan dengan baik dengan persiapan dan teknik yang baik. Salah satu tantangan utama dari pemotretan MCU adalah menciptakan kenyamanan antara fotografer dengan subjek (jarak cukup dekat).

Apa Itu Medium Close Up?

Apa Itu Medium Close Up

Medium close up adalah teknik fotografi yang mengambil gambar subjek pada bagian dada ke atas dengan bagian kepala dan bingkai yang masih berjarak (headroom). MCU berada di antara medium shot dan close up shot. Jarak antara fotografer dan subjek yang diambil tidak jauh tidak pula sangat dekat.

MCU menjamin hasil pemotretan yang menampilkan ekspresi dan bahasa tubuh dari subjek dengan lebih mendetail. Shot tersebut umumnya diambil untuk menampilkan keintiman antara penonton dengan subjek (apa yang dilihat). Dalam film, MCU biasa digunakan untuk menangkap dialog dan interaksi antar pemeran.

Tips Medium Close Up

Berikut adalah 5 tips melakukan pemotretan MCU yang baik dan menghasilkan gambar yang berkualitas.

1. Amati Subjek dengan Baik

Amati Subjek dengan Baik

Dalam medium close up, subjek adalah fokus utama dari tidak ada apapun dalam gambar yang bisa mengalihkan perhatian penonton dari subjek. Maka dari itu, sebagai fotografer kamu harus memperhatikan subjek dengan baik. Perhatikan subjek dari berbagai sudut pandang, atas-bawah, depan-belakang.

Pastikan subjek fotomu tampil sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Perhatikan busana, riasan, bagian tubuh, dan apapun yang akan terlihat jelas di foto. Semuanya harus benar-benar dipersiapkan dengan baik sehingga ketika pemotretan dilakukan, tidak ada yang salah atau kurang sempurna dari subjek foto.

2. Gunakan Lensa Versatile

Gunakan Lensa Versatile

Lensa versatile (serbaguna) direkomendasikan untuk digunakan dalam MCU. Kamu bisa menggunakan lensa potret 24mm – 70mm dalam pemotretan. Kamu bisa mendekat atau berada dalam jarak medium. Lensa zoom bisa kamu gunakan untuk memberi jarak dengan subjek dan menjaga kenyamanan bersama.

3. Pikirkan Komposisi dengan Baik

Pikirkan Komposisi dengan Baik

Sebelum melakukan pemotretan, kamu bisa membuat dan merencanakan pemotretan dengan baik. Kamu bisa membuat papan cerita dan membuat daftar bagaimana pemotretan dilakukan, posisi yang tepat untuk mengambil gambar, dan latar belakang yang tepat. Perencanaan semacam ini tidak boleh diremehkan.

4. Lighting Sangat Penting

Lighting Sangat Penting

Sangat dianjurkan untuk membelanjakan uangmu untuk membeli dan menggunakan lighting yang tepat dan memuaskan. Lighting dalam MCU sangat krusial untuk menangkap subjek dan latar belakangnya dengan baik. Kamu harus memastikan lighting yang digunakan sesuai dengan apa yang ingin ditampilkan.

Jangan sampai kamu salah menggunakan jenis lighting sehingga hasil pemotretan buruk. Kamu bisa memilih High-key lighting untuk menciptakan foto terang, kontras rendah. Lighting tersebut cocok untuk produk komersial. Low-key lighting bisa digunakan untuk pemotretan sinematik, dramatis, dan misterius.

5. Perhatikan Background

Perhatikan Background

Ingat, ada kata medium dalam MCU yang menandakan background dalam pemotretan memegang peran penting. Kendati tidak dominan dan persentasenya rendah, kamu tetap harus memperhatikan background dengan baik.

Siapkan dan pastikan background dalam pemotretan memang sesuatu yang kamu inginkan. Jangan lakukan pemotretan MCU tanpa persiapan yang matang.

Medium close up shot mampu menampilkan ekspresi menangis, tertawa, sedih, bingung, dan ekspresi wajah lainnya dengan lebih tegas dan mendetail. MCU mampu menciptakan komunikasi yang lebih dekat antara penonton dengan subjek.

Leave a Comment