Mengenal Apa itu Reksadana dan Pasar Uang

Saat ini, banyak dari masyarakat Indonesia yang mulai sadar akan pentingnya melakukan investasi. Di era yang serba mudah, kita tidak lagi harus ke bank dan membuat rekening khusus untuk berinvestasi.

Pasalnya, mengakses instrumen investasi yang berbasis keuangan sudah sangat mudah dengan adanya aplikasi-aplikasi investasi. Untuk  mendaftar, hampir sama seperti saat membuat akun media sosial. Salah satu instrumen investasi yang disediakan dan saat ini sangat diminati adalah reksadana.

Lantas, apa itu reksadana?

Definisi Reksadana

Reksadana

Secara sederhana, reksadana adalah suatu wadah investasi yang dikelola oleh badan hukum yang bernama Manajer Investasi. Adapun yang dikelola adalah dana yang diserahkan oleh masyarakat pengguna dari suatu jasa, baik itu oleh bank atau aplikasi.

Tugas seorang Manajer Investasi adalah mengelola dana yang diserahkan untuk diinvestasikan sesuai dengan jenis reksadana yang diinginkan oleh pemilik dananya. Di antara pilihan populer adalah pasar uang, saham, dan obligasi.

Pengelolaan oleh Manajer Investasi ahli menjadi daya tarik yang utama bagi mereka yang ingin melakukan investasi, tetapi tidak memiliki pengetahuan atau waktu luang untuk memahami serta mengatur dana yang diinvestasikan.

Nantinya, keuntungan yang dihasilkan akan diperoleh melalui pembagian dividen. Lalu, Manajer Investasi juga akan mendapatkan bayaran sesuai dengan persentase aset sesuai perjanjian. Meskipun demikian, pemilik dana masih sangat diuntungkan karena tidak perlu pusing mengelolanya.

Baca Juga:

Jenis-jenis Reksadana

Reksadana Pasar Uang

Setelah memahami pengertian reksadana, kenali juga jenis-jenisnya yang saat ini terdiri atas 4 macam, yaitu:

1. Reksadana Pasar Uang

Pasar uang adalah jenis reksadana yang memiliki tingkat risiko paling rendah dan umumnya memiliki masa jatuh tempo kurang dari 1 tahun. Adapun ciri utama dari pasar uang adalah grafiknya yang naik terus.

Jenis ini cocok untuk kamu yang tidak memiliki waktu banyak untuk mengecek performa pasar. Tinggal masukkan dana dan tinggalkan.

Instrumen investasi yang digunakannya adalah Surat Berharga Pasar Uang, sertifikat deposito, deposito berjangka, hingga Sertifikat Bank Indonesia. Keuntungan yang diterima tentunya tidak sebesar jenis lainnya karena sesuai dengan tingkat risikonya yang sangat rendah.

2. Reksadana Pendapatan Tetap

Jenis kedua umumnya disingkat RDPT dan juga dikenal sebagai obligasi. Reksadana pendapatan tetap memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dari pasar uang. Sekitar 80 persen dari dana yang diterima akan diinvestasikan ke pembelian surat berharga, efek utang, atau obligasi.

Obligasi adalah surat utang yang memiliki jangka waktu atau tempo antara 1 hingga 10 tahun. Surat utang ini diterbitkan oleh yang berutang dan ditujukan ke pihak yang berpiutang.

Hal yang menjadikannya memiliki risiko lebih tinggi dari reksadana pasar uang adalah proses penjualan kembalinya dan juga kurang likuid sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama.

Namun hal itu hanya perlu dipusingkan jika kamu mengelolanya sendiri. Maka dari itu, jenis ini cocok untuk kamu yang ingin merasakan untung dalam jangka waktu menengah atau lebih dari 1 tahun.

3. Reksadana Campuran

Sesuai dengan namanya, dananya akan dimasukkan ke dalam semua jenisnya. Kamu bisa melihat berapa % alokasi campurannya ke pasar uang, saham, dan surat utang di profil produk reksadana yang ingin kamu investasikan.

Reksadana jenis ini memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dari reksadana pendapatan tetap, tetapi memiliki tingkat pengembalian yang lebih kecil dari reksadana saham.

4. Reksadana Saham

Kamu Tentu sudah tidak asing dengan kata “saham”, bukan? 

Kata saham mungkin terdengar sebagai hal yang susah untuk dipahami cara kerjanya oleh sebagian dari kita. Namun, dengan adanya reksadana saham, kamu tidak perlu khawatir karena Manajer Investasi yang akan mengurusnya. 

Akan tetapi, risiko tentunya masih ada. Jenis ini memiliki risiko tertinggi dibandingkan dengan jenis lainnya karena 80% dananya berpatokan pada bursa efek bersifat ekuitas yang dipengaruhi oleh banyak faktor.

Dengan risiko yang tinggi, keuntungan yang di dapat juga akan tinggi. Akan tetapi, kamu harus dapat mengontrol emosi saat melihat banyaknya minus atau merah pada portofolio investasi kamu. Atau jika kamu ingin melakukannya sendiri bisa gunakan aplikasi saham syariah.

Jadi, setelah mempelajari pengertian reksadana dan jenis jenisnya, kamu mungkin memutuskan untuk segera berinvestasi. Hal yang bisa kamu lakukan untuk menambah keyakinan investasi adalah melihat review aplikasi-aplikasi reksadana.

Lalu, lihat profil produk-produk yang tersedia di dalamnya. Semoga artikel ini bermanfaat.

Check Also

5 VPN Terbaik untuk Nonton Piala Dunia 2022 Secara Gratis

5 VPN Terbaik untuk Nonton Piala Dunia 2022 Secara Gratis

Penggemar sepak bola tentunya tidak mau ketinggalan keseruan dari Piala Dunia 2022 namun terkadang biaya …